Terkadang bagi anda yang baru mengenal dan mendengar iatilah “administrasi publik” tentu akan menimbulkan sebuah pertanyaan “apa bedanya dengan administrasi negara ?” .. hal seperti inilah yang sempat membuat saya bingung waktu awal masuk perguruan tinggi di Semarang. Tujuan awal saya adalah ingin mendaftar jurusan Ilmu Administrasi Negara (*sesuai dengan amanah orangtua). Berhubung tidak ada pilihan tersebut, maka saya memilih jurusan yang hampir mirip dengan itu, yakni Ilmu Administrasi Publik dengan harapan itu sama seperti tujuan saya memilih jurusan tersebut.. Ternyata ~oh disangka itu salimun alimun a.k.a sami mawon.. perubahan nama tersebut dari ANE (Adm.Negara) menjadi Adm.Publik dikarenakan pergeseran ilmu administrasi (notabene ber-induk pada teori di Amerika) dari orientasi Negara menjadi Publik (Pemerintah, swasta, dan masyarakat). Di Indonesia sendiri terbilang telat atau tidak terlalu terkenal dengan istilah ini,, ga tahu kenapa ~oh kenapa,,, hehehehe.. mungkin disebabkan juga bahwa para birokrat kita masih merupakan generasi tua (ANE) sehingga istilah “publik” belum begitu umum.. ehm ehm.. daripada berpanjang perut lebar ga ada ujungnya mending langsung *cekibrot to the point mengenai “Apa itu Administrasi Publik dan Paradigma baru apa yang muncul dari adanya pergeseran ilmu ini..
Administrasi publik terdiri dari dua kata, yaitu administrasi dan publik. Administrasi diartikan sebagai kegiatan atau kerjasama dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditentukan atau diarahkan, definisi lainnya yang dapat diajukan adalah kegiatan implementasi kebijakan, sedangkan publik dapat diartikan sebagai negara, klien, konsumen, warga masyarakat, dan kelompok kepentingan. Tetapi dalam wacana di Indonesia lebih berkembang administrasi publik disamakan dengan administrasi negara.
Dari pengertian dua kata tersebut, maka administrasi publik dapat diartikan sebagai sebuah proses menjalankan keputusan atau kebijakan untuk kepentingan negara, warga masyarakat. Terdapat pengertian yang singkat, administrasi publik merupakan metode pemerintahan negara (proses politik) administration of publik, for public dan by public. Dengan demikian administrasi publik merupakan proses pemerintahan publik, untuk publik dan oleh publik (perbedaan kontras ada disini neeh . . . )
Jika memandang Administrsi publik sebagai suatu disiplin ilmu, maka ilmu Administrasi publik bertujuan untuk memecahkan masalah publik melalui perbaikan di bidang organisasi, sumber daya manusia, dan keuangan. Beberapa ahli mengemukakan beberapa definisi mengenai administrasi publik, berikut beberapa definisi tersebut :
  1. Menurut Dwight Waldo, administrasi publik adalah organisasi dan manajemen dari manusia dan benda guna mencapai tujuan – tujuan pemerintah; administrasi publik adalah suatu seni dan ilmu tentang manajemen yang dipergunakan untuk mengatur urusan – urusan negara.
  2. Menurut Nicholas Henry, administrasi publik adalah suatu kombinasi yang kompleks antara teori dan praktek, dengan tujuan mempromosi pemahaman terhadap pemerintah dalam hubungannya dengan masyarakat yang diperintah, dan juga mendorong kebijakan publik agar lebih responsif dalam kebutuhan sosial. Administrasi publik berusaha melembagakan pratik – praktik manajemen agar sesuai dengan nilai efektivitas, efisiensi, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara lebih baik.
  3. Menurut John M. Pfiffner dan Robert V. Presthus adalah sebagai berikut: Administrasi publik meliputi implementasi kebijaksanaan Pemerintah yang telah ditetapkan oleh badan-badan perwakilan politik; Administrasi publik dapat didefinisikan sebagai koordinasi usaha-usaha perorangan dan kelompok untuk melaksanakan kebijaksanaan pemerintah. Secara global, administrasi publik adalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, pengarah kacakapan, dan teknik-teknik yang tidak terhingga jumlahnya, memberikan arah dan tujuan terhadap usaha sejumlah orang.
  4. Menurut Felix A. Nigro, administrasi publik adalah suatu kerjasama kelompok dalam lingkungan pemerintahan. Administrasi publik memiliki peranan penting dalam merumuskan kebijakan umum / negara (sebagian dari proses politik).
  5. Menurut David H. Rosenbloom, administrasi publik merupakan pemanfaatan teori – teori dan proses – proses manajemen, politik dan hukum untuk memenuhi keinginan pemerintah di bidang legislative, eksekutif dalam rangka fungsi – fungsi pengaturan dan pelayanan terhadap masyarakat secara keseluruhan atau sebagian.
  6. Menurut Marshall E. Dimock, Gladys O. Dimock & Louis W. Koenig, administrasi publik adalah kegiatan pemerintah dalam melaksanakan kekuasaan politiknya.

Paradigma adalah teori dasar atau cara pandang yang fundamental, dilandasi nilai-nilai tertentu, dan berisikan teori pokok, konsep, metodologi atau cara pendekatan yang dapat dipergunakan para teoritisi dan praktisi dalam menanggapi sesuatu permasalahan baik dalam pengembangan ilmu maupun kemajuan hidup. Dalam ilmu administrasi publik terdapat beberapa paradigma, antara lain:

  1. Paradigma dikotomi politik dan administrasi negara. Fokusnya terbatas pada masalah-masalah organisasi dan penyusunan anggaran dalam birokrasi pemerintahan, politik dan kebijakan merupakan substansi ilmu politik. Tokoh-tokohnya Frank J Goodnow dan Leonard D. White.
  2. Paradigma prinsip-prinsip administrasi. Lokusnya kurang dipentingkan. Fokusnya adalah “prinsip-prinsip” manajerial yang dipandang berlaku universal pada setiap bentuk organisasi dan lingkungan budaya. Tokohnya adalah Gulick dan Urwick, F.W. Taylor, Henry Fayol, Mary Parker Follet, dan Willooghby.
  3. Paradigma administrasi negara sebagai ilmu politik. Administrasi negara kembali menjadi bagian dari ilmu politik. Pelaksanaan prinsip-prinsip administrasi sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor lingkungan, jadi tidak “value free” (bebas nilai). Tokoh paradigma ini adalah Nicholas Henry.
  4. Paradigma administrasi negara sebagai ilmu administrasi. Administrasi tetap menggunakan prinsip administrasi yang dipengaruhi berbagai faktor, oleh karena itu dalam paradigma ini mengembangkan adanya pemahaman sosial psikologi, dan analisis sistem untuk melengkapi. Tokoh paradigma ini adalah Henderson, Thompson, Caldwen.
  5. Administrasi negara sebagai administrasi negara. Usul Herbert Simon pada tahun 1974 (Islamy,2007:7), fokus administrasi negara dalam bentuk “ilmu administrasi negara yang murni” ternyata belum ditemukan, tetapi setidak-tidaknya pengembangan teori organisasi sudah mantap dan di tambah lagi adanya perkembangan baru dalam teknik-teknik terapan pada ilmu manajemen. Nicholas Henry dalam bukunya yang terkenal “ Public Administration and Public affairs”(Islamy, 2007:8), mengemukakan adanya paradigma baru, bahwa fokus administrasi negara adalah teori organisasi dan ilmu managemen dan lokusnya dalah kepentingan publik.
About these ads